Piala AFF Kompetisi Sepakbola Antar Negara ASEAN

Piala AFF

Akhir tahun 2016, kembali euforia sepakbola Indonesia bergairah. Setelah sebelumnya di banned oleh FIFA karena permasalahan federasi. Mempunyai waktu persiapan yang mepet, kemudian ditambah dengan aturan hanya boleh memanggil 2 pemain dalam 1 klub. Hal ini membuat masyarakat sedikit pesimistis dengan kondisi timnas. Tapi pada akhirnya, siapa yang menyangka kalau timnas berhasil menembus semifinal dengan menyingkirkan tuan rumah Filipina dan Singapura.

Berikut ini adalah fakta-fakta menarik mengenai turnamen Piala AFF.

  1. Piala AFF (ASEAN Football Federation) pertama kali diadakan pada tahun 1996 di Singapura. Awalnya dinamakan Piala Tiger, sesuai dengan sponsor utama pada waktu itu. Piala AFF mengawali kemajuan pesat dan akhirnya turnamen ini pada 2016 di akui oleh AFC dan tahun ini FIFA memasukkannya sebagai turnamen kategori A.
  2. Brunei Darussalam pernah menolak mengikuti turnamen ini dikarenakan sponsor utama yaitu Tiger adalah perusahaan beer. Akhirnya mulai rutin bermain di Piala AFF, setelah berganti nama.
  3. Indonesia satu-satunya negara besar di ASEAN yang belum pernah menjuarai Piala AFF. Pernah masuk final 4 kali dan semuanya kalah. Thailand dan Singapura adalah pemilik tropi terbanyak dengan masing-masing 4 buah.
  4. Sepakbola gajah yang memalukan, pertandingan di penyisihan grup antara Indonesia vs Thailand adalah sejarah suram turnamen ini. Tidak ada tim yang berniat menang untuk menghindari tuan rumah Vietnam. Malah kedua tim menjaga gawang tim lawan, sampai akhirnya Mursyid Effendi membuat gol bunuh diri. kedua tim akhirnya didenda dan Mursyid Effendi dilarang tampil seumur hidup. Ketua PSSI saat itu, Arwar Anas juga mengundurkan diri karena peristiwa memalukan ini.
  5. Piala AFF ternyata lebih meriah dari Piala Asia. Piala AFF bukanlah kompetisi tertinggi sepakbola di Asia. Kompetisi tertinggi di benua kuning adalah Piala Asia. Tapi berbicara kemeriahan penonton dan ketatnya persaingan Piala AFF lebih unggul. Hal ini di akui sendiri oleh Presiden AFC yang mengatakan iri dengan kompetisi Piala AFF. Berbeda dari Piala Asia yang terbilang sepi penonton.
  6. Diperkenalkannya format kandang tandang pada babak semifinal dan final mulai tahun 2004.  Inilah alasan utama kenapa penonton di Piala AFF itu selalu ramai. Karena selain di adakan di dua negara ketika penyisihan grup, format semifinal dan final yang menggunakan tandang kandang mampu menghadirkan banyak penonton.
  7. Noh Alam Shah dari masih menjadi top skor sepanjang masa turnamen, pemain yang pernah bermain di Indonesia (Arema dan Persib) ini mencetak 17 gol.
  8. Rivalitas Indonesia dengan Malaysia. Memang pada awal turnamen ini, Thailand adalah rival utama dari Indonesia. Tapi tahun-tahun belakangan ini Malaysia malah menjadi rival utama. Tingginya tensi antar pendukung menjadi penyebabnya. Bahkan ada wacana, tidak apa-apa kalau tidak menjadi juara asalkan menang melawan Malaysia.
  9. Australia yang sudah masuk ke dalam AFF sejak tahun 2014, ternyata tidak pernah mengikuti turnamen ini. Entah apa alasannya.

Kemudian, apakah kejutan yang akan terjadi pada Piala AFF tahun ini? Kita lihat saja.

Related posts

Leave a Comment