Sayonara Samsung Galaxy Note 7

Galaxy Note 7

Samsung Galaxy Note 7 adalah smartphone flagship yang diperkenalkan pada bulan Agustus 2016 atau dua bulan lalu. Kemudian mulai dijual pada bulan yang sama dengan antusiasme yang sangat tinggi. Dilihat dari manapun, smartphone ini sangat canggih dan berkelas. Di mana untuk seri Note, Samsung meloncati generasi ke-6 dan langsung menuju seri ke-7.

Para reviewer dari berbagai penjuru dunia memberikan banjir untuk produk flagship dari Samsung ini. Layarnya yang melengkung dengan material kaca, diproteksi Corning Gorilla Glass 5. Dilengkapi dengan keamanan kelas atas yaitu pemindai iris untuk membuka ponsel. Seperti seri Note lainnya, S pen yang semakin baik dan handal digunakan untuk berbagai keperluan.

Untuk membawanya ke rumah, mahar yang harus disiapkan minimal Rp. 10,770,000. Dengan harga yang dibandrol lumayan tinggi ini tidak mengurangi antusiasme penggemar Samsung untuk memilikinya. Itu terbukti dengan jumlah produksi yang mencapai 2,5 juta unit dalam waktu singkat.

Masalah mulai muncul pada awal September, di mana mulai ada laporan pengguna bahwa Galaxy Note 7 meledak atau terbakar. Samsung sendiri telah menjelaskan bahwa kecelakaan terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 penyebabnya murni pada baterai. Samsung menjelaskan bahwa terjadi panas yang berlebihan (overheating) pada saat terjadi kontak antara anoda dan katoda. Anoda adalah kutub negatif dan katoda adalah kutub positif pada baterai. Samsung tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana overheating itu bisa terjadi.

Samsung kemudian cepat merespon dengan melakukan program penggantian unit baru bagi semua pengguna Galaxy Note 7 di seluruh dunia. Samsung menjamin unit baru yang diberikan akan menyelesaikan masalah. Tapi ketika program penggantian unit baru masih berjalan, muncul lagi kasus terbakarnya Galaxy Note 7 dalam pesawat sehingga menyebabkan pesawat harus dievakuasi. Ternyata dari beberapa unit yang terbakar, terdapat beberapa unit pengganti. Federal Aviation Administration akhirnya melarang penumpang membawa Galaxy Note 7 ke dalam kabin, di Indonesia hal ini juga diberlakukan oleh kementerian perhubungan.

Samsung masih belum menyerah untuk menyelamatkan smartphone flagshipnya. Langkah preventif yang dilakukan adalah melalui update software. Update ini untuk membatasi pengisian baterei hanya sampai 60% supaya tidak rentan terbakar. Sementara ini proses pertukaran unit yang lama dengan yang baru masih berlangsung.

10 Oktober 2016, Samsung memutuskan untuk  menghentikan produksi Galaxy Note 7 sampai semua permasalahan pada hardware terselesaikan. Namun sehari kemudian, Samsung melakukan langkah dramastis dengan menghentikan produksi Galaxy Note 7 secara permanen.

Tentunya hal ini membuat Samsung akan mengalami kerugian yang besar. Nilai kerugiannya menurut Credit Suisse dapat membumbung hingga USD 17 miliar atau di kisaran Rp 221 triliun. Sayangnya masalah Samsung bukan cuma soal uang, akan tetapi juga bagaimana mereka mencari cara memulihkan kembali kepercayaan konsumen.

Rest In Peace Galaxy Note 7

Related posts

Leave a Comment