Deretan Gunung Berapi Yang Masih Aktif Di Indonesia

gunung api

Indonesia memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa indahnya. Namun, dibalik keindahannya ternyata Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi yang masih aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire).

Berikut ini deretan 5 gunung berapi yang paling berbahaya dan masih aktif di Indonesia :

  1. Gunung Agung di Bali
    Gunung tertinggi dan disucikan ini sering dijuluki orang Bali sebagai “pusarnya bumi” tempatnya para Dewa. Gunung ini terakhir meletus pada 1963, setelah tertidur lebih dari 100 tahun. Pada tahun tersebut Gunung Agung mulai memuntahkan asap pada bulan Februari, dan kemudian meletus pada bulan Maret. Letusan terus berulang hingga Januari 1964. Letusan tahun 1963, menghancurkan banyak desa dan mengakibatkan korban jiwa lebih dari 1.000 orang. Uniknya, Pura Besakih yang merupakan pura terbesar di Bali tidak tersentuh oleh bencana ini. Erupsi Gunung Agung itu memuntahkan debu hingga 20 kilometer ke langit. Semburan ini tergolong yang terbesar di abad ke-20 dengan skala lima pada VEI. Pada penghujung tahun ini, 2017 aktifitas Gunung Agung kembali aktif.
  2. Gunung Sinabung di Sumatra Utara
    Terletak di daerah Karo, Sumatera Utara, Gunung Sinabung meletus tahun 2014 menyebabkan 16 korban jiwa, dan erupsi pada Mei 2016 menewaskan tujuh orang. Setelah 2013 memang ada beberapa letusan yang tidak mematikan, bahkan bulan Agustus lalu Gunung Sinabung juga sempat mengeluarkan awan panas. Tidak mengherankan gunung ini tetap dalam pengamatan dan berada dalam status Siaga III. Gunung Sinabung bisa memuntahkan volume yang besar hingga pada Februari 2014, yang menyebabkan sekitar 30 ribu orang terpaksa dievakuasi. Debu yang keluar bersamaan dengan letusan, membawa pengaruh yang cukup lama terhadap pertanian setempat.
  3. Gunung Kelud di Jawa Timur
    Letusan Gunung Kelud kembali menjadi berita utama internasional pada tahun 2014 ketika gunung berapi Jawa Timur itu memuntahkan abu setinggi 17 kilometer di udara. Abunya mencapai ratusan kilometer hingga menyelimuti Yogyakarta yang jaraknya sekitar 300 kilometer jauhnya. Letusan tersebut menewaskan tiga orang dan memaksa evakuasi sekitar 100 ribu orang. Sebelumnya letusan paling parah Gunung Kelud pada 1586, menewaskan lebih dari 10 ribu jiwa. Diperkirakan letusan pada tahun tersebut berada pada skala empat VEI . Gunung berapi ini dianggap sangat berbahaya karena lahar atau aliran lumpur yang merusak lingkungan.
  4. Gunung Merapi di Jawa Tengah
    Terletak tak jauh dari kota Yogyakarta, Gunung Merapi jadi salah satu gunung berapi yang paling mematikan dan paling aktif di Indonesia. Letusan Gunung Merapi pada 1930 berada di skala tiga pada VEI dan merenggut 1.369 korban jiwa. Salah satu sebab banyaknya korban jiwa karena banyaknya penduduk yang tinggal di sekitar lereng gunung. Belum lagi jarak gunung yang sangat dekat dengan kota Yogyakarta yakni hanya sekadar 28 kilometer saja.
  5. Gunung Krakatau di Selat Sunda
    Pada 27 Agustus 1883 letusan Gunung Krakatau telah menenggelamkan Pulau Krakatau, dan tercata menewaskan sekitar 40 ribu jiwa akibat tsunami raksasa dan menimbulkan bunyi paling keras sepanjang sejarah di bumi. Suaranya terdengar hingga ke India dan Australia, dan gelombang laut tinggi yang dirasakan di seluruh permukaan bumi. Letusan Krakatau juga menimbulkan perubahan cuaca dan meningkatkan suhu sampai 1,2 derajat Celsius selama setahun akibat debu panas yang disemburkan ke langit. Cuaca ini tak juga berubah sampai 1888. Lalu pada 1929, anak Krakatau mulai muncul dan sejak saat itu gunung berapi ini masih terus aktif.

Temukan fakta menarik lainnya di sini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *