Faktor Yang Patut Diperhitungkan Dalam Mengisi Daya Ponsel

charger

Banyak diantara pengguna ponsel yang tidak terlalu memperhatikan apakah proses pengisian daya ponselnya sudah maksimal atau belum. Kalau sudah ada notifikasi kalau baterai ponsel sudah mau habis, maka kita akan langsung akan mengisi daya. Ada beberapa faktor yang patut diperhatikan untuk memaksimalkan proses pengisian daya pada ponsel. Seperti di bawah ini :

  1. Kecepatan Pengisian Daya
    Perbedaan yang paling terlihat dalam waktu pengisian dapat dilihat ketika anda men-charge ponsel dari komputer atau laptop. Komputer/laptop saat ini menggunakan port USB 2.0 dengan arus maksimum 0,5 A. Bandingkan dengan 1 A, arus dari wall charger. Dengan arus yang lebih rendah, dibutuhkan waktu sekitar dua kali lipat untuk mengisi baterai ponsel anda dari komputer/laptop.

    Metode pengisian daya ponsel dapat dibandingkan sebagai berikut:
    Komputer/laptop (USB 2.0): Arus 0.5 A – Voltase 5 V – Daya 2.5 W
    Komputer/laptop (USB 3.0): Arus 0.9 A – Voltase 5 V – Daya 4.5 W
    Wallcharger (ponsel): Arus 1 A – Voltase 5 V – Daya 5 W
    Wallcharger (tablet): Arus 2 A – Voltase 5 V – Daya 10 W

    Daya mengacu pada tingkat dimana energi yang disalurkan ke dalam baterai. Ini dihitung dengan rumus: Daya (Watt) = Arus (Amp) * Tegangan (Volt).

    Jika Anda tidak menggunakan charger bawaan perangkat Anda, ada baiknya anda memeriksanya untuk mengetahui output arusnya. Biasanya informasi akan dicetak pada charger itu sendiri. Kebanyakan smartphone datang dengan charger 1 A sedangkan sebagian besar tablet datang dengan charger 2 A. Bila menggunakan charger alternatif, Anda bisa mendapatkan waktu pengisian optimal dengan memilih charger dengan arus keluaran yang sesuai dengan perangkat Anda. Hal ini juga berlaku ketika Anda membeli charger mobil atau charger portabel.

  2. Perpanjang Masa Pakai Baterai Anda
    Baterai Lithium-ion memiliki masa pakai yang dapat diperpanjang dengan men-charge ponsel Anda secara teratur. Jika seseorang menguras baterai mereka sepenuhnya setiap kali sebelum pengisian lagi, mereka hanya akan mendapatkan 300-500 siklus pengisian dari baterai mereka. Jika Anda mengisi baterai ponsel Anda setiap kali baterai turun di bawah 50%, ini akan meningkatkan masa pakai baterai menjadi 1.200-1.500 siklus charge. Dengan mengisi baterai ponsel Anda secara lebih teratur, jumlah siklus pengisian akan meningkat.

    10% (menguras sampai 90%, kemudian mengisi ulang) = 3.750 – 4.700 siklus pengisian
    25% (menguras sampai 75%, kemudian mengisi ulang) = 2.000 – 2.500 siklus pengisian
    50% (menguras sampai 50%, kemudian mengisi ulang) = 1.200 – 1.500 siklus pengisian
    100% (menguras habis, kemudian mengisi ulang) = 300 – 500 siklus pengisian

    Dengan mengisi baterai Anda secara teratur, maka Anda akan tetap menjaga baterai anda tetap dingin dan kering. Jika Anda memelihara baterai Anda dengan baik, maka usia baterai bisa mencapai selama 3 – 5 tahun. Jika anda ingin menyimpan baterai anda, sebaiknya dengan isi sebanyak 40%. Ini lebih baik daripada anda menyimpan dengan isi sebanyak 100%.

  3. Charger Yang Tidak Dipergunakan
    Wall charger dapat menjadi penyebab borosnya listrik. Wall charger dalam keadaan tidak digunakan tetap akan mengkonsumsi daya meskipun tidak ada ponsel yang sedang dipasangkan pada charger tersebut. Ada baiknya Anda mencabut wall charger atau mematikan arus listriknya jika sedang tidak digunakan.
  4. Charger Portabel
    Jika Anda sering menghabiskan waktu di luar rumah, pertimbangkanlah untuk membeli portable charger atau powerbank. Powerbank sangat ideal jika Anda tidak memiliki akses ke socket listrik, benda ini dapat dibawa di dalam tas Anda dan dapat mengisi baterai ponsel Anda beberapa kali. Sebelum memilih powerbank, pastikan dulu kapasitas dari powerbank tersebut. Misalnya 6.000mAh atau 10.000mAh, semakin tinggi kapasitasnya biasanya semakin berat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *